Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2018

5 Pengaruh Stres Terhadap Keseharian Anda yang Kerap Tidak Disadari

Pekerjaan kantor yang menumpuk, kurang istirahat, anak sulit diatur, cicilan yang tak kunjung lunas, dan hal-hal kurang mengenakkan lainnya bisa dengan mudah membuat Anda stres. Bukan hanya mengganggu produktivitas harian, pengaruh stres dari yang berat sampai ringan sekali pun tanpa sadar akan mengacaukan banyak hal dalam hidup Anda, lho!

Begini pengaruh stres pada kehidupan pribadi Anda

Sudah berapa banyak kesalahan yang tidak sengaja Anda lakukan karena sedang stres? Melakukan berbagai kegiatan saat pikiran sedang kacau tentu bukanlah perkara mudah. Malah mungkin jadi lebih sulit untuk diselesaikan.
Tidak percaya? Beberapa hal berikut ini contohnya:

1. Susah fokus

Stres bisa dibilang sebagai cara tubuh untuk menanggapi adanya pikiran negatif, ancaman, maupun tekanan fisik dan psikologis. Tubuh yang sedang dilanda stres biasanya akan melakukan “pertahanan diri” sebagai bentuk perlindungan dari stres tersebut.
Itulah mengapa kalau Anda perhatikan, stres biasanya akan membuat Anda jadi susah fokus melakukan apa pun. Bahkan yang ada, pikiran Anda jadi gampang terganggu oleh lingkungan sekitar.
Menurut Heidi Hanna, PhD, seorang penulis buku Stressaholic: 5 Steps to Transform Your Relationship with Stress, bahwa stres akan membuat otak cenderung berpikir mengenai bagaimana caranya untuk keluar dari masalah ini. Akibatnya, respon rasa takut dan pengaruh stres ini mengambil alih semua energi otak guna melindungi diri.

2. Susah mengendalikan emosi

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa tingkat stres yang ringan sekali pun bisa membuat emosi sulit dikendalikan.
Ya, hal tersebut memang benar adanya. Tampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa ketika Anda sedang stres, biasanya mudah sekali terbawa emosi sehingga sulit berpikir dengan jernih. Jangankan permasalahan yang besar, hal-hal kecil yang terlihat sepele saja bisa dengan mudah membuat Anda tersulut dan marah.

3. Susah melihat kebaikan orang lain

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, stres adalah bentuk pertahanan diri dari situasi yang dianggap berbahaya oleh tubuh. Itu sebabnya, stres umumnya membuat Anda cenderung lebih memerhatikan hal-hal negatif dan justru mengabaikan hal positif.
Analoginya begini, Anda mungkin pernah merasakan betapa kesalnya Anda ketika berpapasan dengan pengendara motor di jalan yang tidak mau mengalah. Rasanya seperti ingin meluapkan seluruh emosi yang sekarang sedang Anda rasakan pada pengendara motor tersebut.
Namun di situasi lain, karena stres Anda telah memuncak, seorang satpam yang berusaha berbaik hati dengan melempar senyum dan sapaan selamat pagi saja tidak Anda gubris. Bahkan mungkin Anda marahi.
Memang, pengaruh stres kadang membuat seseorang terlalu fokus dalam menilai kesalahan orang lain dan jadi sulit mengambil hikmah yang sebenarnya tampak nyata di lingkungan sekitar.

4. Susah melindungi tubuh dari serangan penyakit

Stres terkadang membuat Anda jadi mudah lelah dan jatuh sakit. Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Belum bisa bangkit stres yang mengganggu produktivitas harian, tapi tubuh malah sakit dan sulit diajak kompromi.
Ini karena pengaruh stres yang tanpa sadar membuat daya tahan tubuh menurun yang seharusnya melawan sel-sel asing penyebab penyakit.
Aarti Gupta, PsyD, selaku direktur di klinik terapi TherapyNest di Amerika Serikat, menuturkan bahwa kebiasaan tidur larut malam, telat makan, serta merokok, merupakan beberapa hal yang biasanya semakin menjadi-jadi dilakukan ketika Anda sedang stres. Kesemua hal tersebut turun andil sebagai penyebab Anda jatuh sakit.

5. Susah tidur nyenyak

Normalnya, produksi hormon kortisol oleh tubuh meningkat di pagi hari dan menurun secara bertahap sampai malam hari. Penurunan hormon kortisol di malam hari akan membuat Anda mengantuk sehingga tidur dengan nyenyak.
Sebaliknya, stress justru dapat memicu peningkatan produksi hormon kortisol sekaligus membuat otak bekerja aktif melawan penyebab stres (stressor). Akhirnya, bukannya langsung tidur dengan pulas, Anda malah terjaga semalaman dan terus terbayang-bayang dengan masalah yang sedang Anda alami.
Tentunya, tidur tidak nyenyak di malam hari akan membuat Anda kurang tidur keesokan paginya. Secara tidak langsung, jadwal tidur pun jadi berantakan. Siklus ini terus berlanjut sampai Anda bisa mengelola stres tersebut dengan baik.

Bebaskan Diri dari Gangguan Pencernaan Makanan


Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna untuk kemudian menghasilkan energi bagi tubuh. Pencernaan makanan manusia terjadi pada saluran pencernaan yang terdapat di dalam tubuh manusia.
Sistem pencernaan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama adalah penghancuran makanan yang terjadi di bagian mulutsampai lambung. Tahap kedua merupakan proses penyerapan sari makanan yang telah dihancurkan tadi. Tahap ketiga adalah pengeluaran sisa makanan melalui anus. 


Gangguan Sistem Pencernaan Makanan
Anda mungkin pernah merasa perut tidak nyaman. Misalnya Anda merasa mual dan ingin muntah, perut terasa nyeri dan melilit, perut terasa kenyang dalam jangka waktu yang relatif lama, sembelit (konstipasi) atau diare, merasa panas di daerah perut bagian atas, perut kembung dan terasa keras serta tidak nyaman.
Beberapa ketidaknyamanan di atas merupakan gejala terjadinya gangguan pada sistem pencernaan Anda. Gangguan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bakteri, kebiasaan makan yang tidak teratur, serta adanya kelainan pada alat pencernaan itu sendiri.

Tips Bebaskan Diri dari Gangguan Pencernaan Makanan
Jika Anda sering mengalami gangguan pencernaan tersebut, jangan khawatir. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda praktekkan untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan makanan:
  • Jaga pola makan Anda, jangan makan pada waktu yang terlalu berdekatan. Jarak makan yang dianjurkan adalah empat jam sekali.
  • Perhatikan komposisi zat makanan Anda. Menu yang seimbang adalah menu empat sehat lima sempurna, yaitu makanan yang mengandung zat karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, serta kalsium pada susu.
  • Atur porsi makanan Anda, jangan terlalu berlebihan. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan akan membuat lambung Anda bekerja ekstra sehingga akan mengeluarkan lebih banyak asam lambung untuk proses pencernaan. Produksi asam lambung yang berlebihan akan menyebabkan gtimbulnya gangguan pada pencernaan Anda.
  • Kunyah makanan sesuai aturan. Mengunyah tidak hanya berfungsi untuk memecah makanan, tetapi juga membantu merangsang lambung dan usus halus memproduksi enzim-enzim pencernaan yang dibutuhkan dalam proses pencernaan makanan.
  • Hilangkan kebiasaan berbaring setelah selesai makan karena dikhawatirkan makanan yang telah masuk ke dalam lambungakan kembali ke kerongkongan (esophagus).
  • Kurangi minum saat sedang makan. Air yang masuk saat mengkonsumsi makanan akan menyebabkan aktifitas produksi cairan pencernaan berkurang, sehingga makanan tidak dicerna dengan sempurna. Minumlah lima belas menit setelah makan.
  • Perbanyak makan makanan yang kaya akan serat setiap hari. Serat yang cukup akan memperlancar proses pencernaan. Makanan yang banyak mengandung serat antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, oat dan beras merah.
  • Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang dapat dan menimbulkan gas, misalnya nangka, kacang-kacangan, dan ubi. Makanan tersebut dapat menimbulkan gas yang menjadikan perut Anda terasa kembung.
  • Hindari kebiasaan merokok serta minum kopi.
  • Hindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Makanan yang terlalu panas atau dingin akan menyebabkan iritasi pada dinding lambung Anda.
  • Dianjurkan mengkonsumsi makanan probiotik, yaitu makanan yang mengandung bakteri baik yang bermanfaat bagi tubuh. Misalnya tempe, yoghurt, miso, dll.
  • Olah raga yang teratur untuk mencegah stress. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa olahraga dapat mengurangi banyak gangguan pencernaan.