Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2020

*LOCKDOWN MOMENTUM TUNDUKKAN HAWA NAFSU*



Oleh: Ummi AlFiFa
Pengasuh Rumah Bina Al-Qur'an (RBQ) Al-Islam

Makin hari di Indonesia korban yang terjangkit covid-19 makin meningkat. Tercatat  jumlah orang yang positif covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 500an. 
Pertanyaanya sudahkah negeri ini menerapkan lockdown? sudahkah seruan berdiam di rumah saja diikuti serentak oleh masyarakat?

Jawabannya, hingga saat ini Pemerintah belum menerapkan lockdown, sedangkan di kalangan masyarakat masih ada yang keluar rumah untuk melakukan aktivitas meskipun seringkali kurang penting. 
Memang, ada banyak di sebagian besar masyarakat yang beralasan kalau tidak keluar rumah darimana dapat uang dan bisa makan terutama mereka yang kerja sebagai pedagang, driver ojol, dll.

Namun terlepas dari alasan penting masyarakat keluar rumah untuk bekerja tersebut. Ada hal yang perlu diambil hikmah dari keharusan mengambil langkah lockdown ini. Yaitu dengan menjadikan lockdown sebagai momentum menahan hawa nafsu.Kenapa demikian? 

Mari kita renungkan dalam kehidupan kapitalistik saat ini telah menjadi hal biasa aktivitas sehari-hari terlihat di masyarakat. Seperti kebiasaan ngeMall, berwisata kuliner, dan nongkrong di warkop atau cafe yang banyak menjamur saat ini.
Kebiasaan ini untuk sementara waktu mau tidak mau harus dihentikan sejenak demi memutus mata rantai penularan covid-19.

Untuk itu himbauan agar tetap di rumah dan menghentikan aktivitas-aktivitas tersebut seharusnya wajib dilaksanakan oleh seluruh masyarakat. Dan mulai menjadikan momentum berdiam di rumah ini sebagai upaya menahan diri untuk mulai mengurangi atau bahkan meninggalkan kebiasaan yang kurang penting, yaitu hanya untuk menghambur-hamburkan uang. 

Apalagi bagi seorang muslim, dalam beramal atau beraktivitas akan senantiasa memilih amalan yang bernilai ibadah di sisi Allah swt dibandingakan hanya sekedar hal yang mubah saja atau bahkan yang sifatnya hura-hura. 

Sikap lockdown dalam kondisi saat ini bagi seorang muslim seharusnya bisa menjadi moment yang bisa memotivasi dirinya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, disamping hal itu juga seharusnya  bisa menjadi kebijakan pemimpin muslim di negeri ini sebagaimana yang pernah dilakukan dan diperintahkan Rasulullah saat terjadi kondisi seperti saat ini. 
Sebagaimana sabda Rasul saw:
_“Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya”_ (HR Bukhari dan Muslim).

Karena itu hadits di atas seharusnya cukup bisa menjadi petunjuk di awal bagi kita semua khusunya pemerintah_yang kewajibanya melindungi keselamatan rakyat_sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi penyebaran covid-19 yang kian hari kian merebak. 

Di sinilah, akhirnya kita semestinya sadar, saatnya tundukkan hawa nafsu dan ego serakah Kapitalistik, untuk mengambil petunjuk yang datang dari agama Sang Pencipta yakni aturan Allah swt. Baik dalam bersikap sebagai seorang muslim dalam menjalani hidup ini, atau dalam memimpin dan mengatur negeri ini. Jadikanlah Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber hukum aturannya. Agar keselamatan dan rahmat bisa dirasakan oleh semua.

Ya Allah Ya Rabb, kuatkan kami umat Islam di negeri ini dan tuntunlah kami berjalan di jalan ridho-Mu. Amin

Jumat, 07 Februari 2020

Cara Breakdown Target Kerja SKP 2020 di e-master

Langkah-langkah nya sebagai berikut:

1. Login di e Master menggunakan NIP
2. Klik SKP, cek di Target Kerja apakah sudah disetujui atasan langusng apa belum, kalau ada revisi dilahkan direvsi dulu dan kirim hasil revisi ke atasan langsung.
3. Jika target kerja sudah disetujui, klik Breakdown Target Kerja, dengan tampilan sebagai berikut :



4. Mulai dari no. 1, klik ikon obeng di sebelah kanan


5. Karena merencanakan dan melaksanakan pembelajaran / bimbingan kuantitas 1 dengan waktu 12 bulan, maka breakdownnya adalah 1/12 = 0.08333, karena tidak akan genap 1, maka perlu diakali dengan memberi 0.1 disetiap bulan kecuali juni, juli, agustus dan desember diberi 0.05 karena ada kegiatan PAS, liburan dan kegiatan agustusan, sehingga nilainya menjadi 1. lihat contoh berikut :

pastikan total kuantitas bernilai 1 untuk kegiatan ini dan klik save.

6. Berikutnya klik ikon obeng lagi untuk mengikuti diklat, misalnya kuantitas 2, waktu 2 bulan.


untuk kegiatan ini direncanakan bulan juli isi 1 dan desember isi 1, dan bulan lain isi 0.  Tapi jika kenyataannya nanti terlaksana di bulan maret atau bulan lain selain juli dan desember, maka minta tolong kepada fasilitator untuk menurunkan status dan silahkan anda ganti bulannya sesuai dengan kenyataannya, misalnya maret.

7. Selanjutnya untuk membuat makalah, kuantitas 1, waktu 2 bulan 9 (misal mei, juni), maka caranya 1/2 = 0.5 diisi di bulai mei dan juni. Untuk bulan lain diisi 0.


8. Silahkan diteruskan sampai selesai


9. Jika sudah selesai, kirim ke atasan langung.

Semoga tulisan ini bermanfaat, selamat bekerja, semoga sukses.

Cara Membuat Target Kerja SKP 2020 di e-Master

Langkah-langkah nya sebagai berikut :


1. Login ke e Master menggunakan NIP
2. Upload SKP 2019 di DP3/SKP
3. Kembali ke Home, kemudian pilih SKP
4. Setting tahun SKP ke 2019, Save.
5. Hapus SKP 2019, minta kepada Fasilitator sekolah untuk menurunkan status agar bisa dihapus,
6. Jangan lupa untuk meminta fasilitator untuk mensetting Open SKP
7. Hapus mulai Target Kerja satu persatu, kemudian hapus juga Informasi SKP
8. Setting Tahun SKP menjadi 2020, kemudian save


9. Klik Informasi SKP

        

Atasan langsung diisi Kepala Sekolah, Atasan Banding diisi Kepala Dinas Pendidikan (ketik nama tanpa gelar, jika sudah muncul, di klik saja)

10. Jika sudah Save
11. Klik ikon pen di sebelah kanan untuk mengaktifkan menjadi Y
12. Klik Target Kerja 
13. Klik +Unsur Utama dan + Unsur Penunjang, pilih sesuai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2020. 




klik + Unsur Utama, misalnya :
a. Merencakan dan melaksanakan pembelajaran / bimbingan (BK/BKTI), kuantitas 1, waktu 12 bulan
b. Mengikuti Diklat fungsional 30-80 jam, kuantitas 1, waktu 1 bulan
c. Membuat makalah, kuantias 2, waktu 4 bulan (1 makalah 2 bulan)
d. Mengikuti kegiatan kolektif guru (MGMP) kuatitas 4, waktu 12 bulan, dan seterusnya

klik + Unsur Penunjang, misalnya :
a. Membimbing siswa kuantitas 1, waktu 2 bulan (bimbingan OSK), kalau ektrakurikuler kuantitas 1, waktu 12 bulan
b. Menjadi anggota organisasi profesi, kuantitas 1, waktu 12 bulan, dan seterusnya.



14. Jika total WPT >= 100%, silahkan kirim ke atasan langsung
15. Semoga tulisan ini bermanfaat. 
Untuk melakukan Breakdown Target Kerja SKP bisa klik di sini.
Terimakasih juga buat pak Nasir karena tulisannya saya simpan di blog saya.👍

Rabu, 10 April 2019

Kesadaran Ummat

Sudah menjadi suatu keniscayaan jika Umat Islam sudah mulai bangkit dengan ideologinya karena memang karaktek sebuah ideologi tidak akan pernah mati. yuk simak tulisan di bawah ini ya...karena buat tulisan sendiri belum kelar..maklum emak-emak masih punya baby gak sempat. he he..


Pentingnya Membangun Kesadaran Ummat

Oleh: Adi Victoria (Penulis & Aktivis Dakwah)
Sahabat VOA-Islam...
Sebagai seorang muslim, kita mengimani bahwa syariah Islam adalah perkara yang wajib untuk diterapkan. Kita pun percaya bahwa dengan diterapkannya syariah Islam, maka kemaslahatan berupa kesejahteraan dan keadilan akan terwujud. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun tidak berhukum dengan hukum Islam (baca: syariah Islam). Padahal seharusnya sangat mudah untuk diterapkan syariah, dibandingkan dengan negara yang penduduknya minoritas beragama Islam. Pertanyaan kemudian, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah karena masih tidak adanya atau masih kurangnya kesadaran yang ada pada diri setiap kaum muslim itu sendiri.
Pasca runtuhnya institusi politik umat Islam pada 03 Maret 1924 atau pada 28 Rajab  1342 H, yakni diruntuhkannya Kekhilafahan Turki Utsmani oleh Mustafa Kemal At-Taturk, sesungguhnya umat Islam mengalami keterpurukan di berbagai bidang. Keterpurukan itu sendiri akibat dari diterapkannya faham sekulerisme oleh ideologi Kapitalisme di semua negeri-negeri Islam yang terpecah menjadi lebih dari 57 negara atas nama nasionalisme.
Faham sekulerisme menyebabkan syariah Islam tidak lagi diterapkan di dalam kehidupan kaum muslimin sebagaimana ketika sistem Khilafah berdiri selama 13 abad lamanya. Dimulai saat daulah Islam tegak di Madinah oleh Rasulullah SAW, kemudian dilanjutkan oleh para khulafur rasyidin, para khalifah sesudahnya, hingga terakhir oleh kekhilafahan Daulah Utsmani di Turki.
Berdakwah untuk mengubah pola pikir masyarakat artinya mengubah pola pikir masyarakat yang tidak berpikir secara Islam menjadi pola pikir secara Islami
Umat Islam Sedang Sakit
Umat Islam kini sedang sakit. Karena sakit, maka umat Islam memerlukan obat untuk menjadi penawar atau penyembuh atas penyakit tersebut. Kalau kita ibaratkan dokter, maka tentu sebelum memberikan obat, dokter tersebut akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya penyakit tersebut. Hal ini penting agar obat yang akan diberikan nanti sesuai dengan penyakit yang diderita. Kesalahan dalam menganalisa suatu penyakit akan menyebabkan salah atau kelirunya dalam memberikan obat untuk penyakit tersebut. Bukan sembuh yang didapatkan, melainkan penyakit yang tak kunjung sembuh atau malah bisa menyebabkan kematian.
Walaupun fakta analisa sudah menunjukkan bahwa umat Islam kini sedang sakit, masih banyak juga kaum muslim yang belum sadar bahwa dirinya sedang sakit. Sehingga persoalannya kemudian adalah mereka yang sedang sakit tersebut tidak akan mau meminum obat tersebut karena merasa tidak sedang sakit.
Maka tentu yang dilakukan terlebih dahulu bukan melakukan analisa terhadap penyakit tersebut, melainkan adalah memberikan penyadaran kepada umat bahwa kaum muslim pasca runtuhnya Khilafah adalah sedang menjadi umat yang sakit, dengan menjelaskan apa sebenarnya penyakit tersebut, yakni tatanan ekonomi yang kapitalistik, perilaku politik yang oportunistik, budaya hedonistik, kehidupan sosial yang egoistik dan individualistik, sikap beragama yang sinkretistik, serta sistem pendidikan yang materialistik akibat diterapkannya sekulerisme tersebut.
Ketika umat telah sadar bahwa sesungguhnya kaum muslim sekarang sedang sakit,maka tentu mereka akan mencari obat sebagai mengobati penyakit mereka. Dan hal tersebut barulah dimulai dengan melakukan analisa terhadap penyebab mendasar kenapa penyakit tersebut ada.
Korelasi Dakwah Fikriyah
Maka di sinilah pentingnya secara masif untuk terjun ke masyarakat, hadir di tengah-tengah umat untuk berdakwah. Dakwah merupakan aktivitas untuk memberikan penyadaran di tengah-tengah umat, sadar akan “penyakit” yang mendera umat ini, sehingga kemudian mereka juga tahu apa “obatnya”. Kesadaran tersebutlah yang nantinya akan memberikan pemahaman di tengah-tengah masyarakat akan bagaimana pola pikir yang benar, meletakkan bagaimana harus menyikapi sesuatu berdasarkan baik buruk dengan standar Islam bukan perasaan saja, serta memahami peraturan yang baik itu apa.
Tanpa dakwah, bisa jadi umat ini tidak tahu kalau mereka sedang “sakit”. maka jika tidak ada dakwah maka mereka tidak tahu kalau sedang “sakit” dan merasa baik-baik saja. Ini sangat berbahaya. Sama berbahayanya sebagaimana salah satu karakter/type manusia yang dibuat oleh Imam al Ghazali bahwa ada manusia yang TIDAK TAHU kalau ia TIDAK TAHU. Ini sangat berbahaya, masih mending manusia itu TAHU kalau ia TIDAK TAHU.
Berdakwah untuk mengubah pola pikir masyarakat artinya mengubah pola pikir masyarakat yang tidak berpikir secara Islam menjadi pola pikir secara Islami. Karena pemikiran hanya bisa diubah  dengan memberikan pemikiran yang baru karena faktanya pemikiran hanya bisa diubah dengan pemikiran pula, bukan dengan aktivitas fisik. Kemudian dakwah mengubah perasaan masyarakat yakni mengubah perasaan masyarakat dalam hal baik dan buruk berdasarkan perasaan manusia menjadi perasaan baik dan buruk berdasarkan baik dan buruk menurut ketentuan syara’. Mengubah peraturan yang ada di tengah-tengah masyarakat, dimana sekarang aturan yang diterapkan sekarang di tengah-tengah masyarakat adalah aturan dari akal manusia,menjadi aturan dari yang membuat akal manusia yakni Allah SWT. Dakwah tersebutlah nantilah yang akan menjadikan individu-individu di masyarakat nanti menjadi pemikiran yang sama, perasaan yang sama dan peraturan yang sama.
Kesimpulan
Maka terjawablah pertanyaan di atas tadi yakni kenapa dengan penduduk yang mayoritas muslim bahkan terbesar di dunia, namun syariah Islam belum diterapkan atau belum menjadi way of life kaum muslimin itu sendiri? Karena masih tidak ada atau kurangnya kesadaran yang dimiliki oleh kaum muslimin, sehingga di sinilah pentingnya untuk terus sungguh-sungguh berupaya semaksimal kita untuk terus melakukan aktivitas berinteraksi dengan umat (tafa’ul ma’al ummah), memberikan penyadaran bahwa sesungguhnya kaum muslimin di seluruh dunia termasuk di Indonesia sedang sakit, dan obatnya adalah penerapan syariah Islam di bawah institusi daulah Khilafah. Insya Allah.Wallahu a’lam bisshowab. [syahid/voa-islam.com]

Bahagia Itu Milik Seorang Muslim



Banyak orang menghabiskan masa mudanya dengan bekerja dan bekerja tanpa mempedulikan kesehatannya, apalagi kewajiban yang datang dari Tuhannya. Kemudian saat masa tuanya datang, harus dibayar dengan cukup mahal karena sudah sakit-sakitan dan tidak sehat lagi sehingga tidak punya banyak waktu lagi untuk berbuat banyak hal. Kalau kita coba renungkan lalu sebenarnya apa yang diinginkan banyak orang dengan kesibukannya itu? Apakah karena mereka ingin bahagia? apakah mereka yang sudah punya rumah, mobil dan jabatan pasti bahagia? Atau sebaliknya yang hidupnya pas-pasan yang lebih bahagia? Atau yang hidupnya sederhana saja yang merasakan bahagia? Kalau begitu benarkah kekayaaan bisa membuat hidup kita bahagia? Tapi nyatanya, ada kisah beberapa miliader yang harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis meski sudah memiliki pundi-pundi kekayaan dalam jumlah fantastis. Sebagai contoh kematian miliader asal Rusia Scot Young menimbulkan kesan horor bagi banyak orang. Young Meninggal tertusuk pagar besi setelah loncat terjatuh dari lantai empat penthouse miliknya. Ternyata punya banyak harta bukan jaminan seseorang bisa hidup bahagia. Apalagi miskin, apa-apa minta, atau kesana kemari harus ngutang. Tentu akan lebih sengsara rasanya. Lalu apakah orang hidup sederhana bisa lebih bahagia? Ternyata juga bukan. Jadi yang buat bahagia itu apa sebenarnya? Nah, kalau begitu coba kita lihat orang main bola di lapangan!, apa sih yang membuat pemain bola itu senang teriak bangga saat main bola? Tentunya kalau dia mampu cetak goal, dan bisa menang bukan?. Tapi apakah pernah dibayangkan bagaimana kalau di lapangan bola itu tidak ada garis batas mainnya? tidak ada aturannya, bebas pukul pakai tangan, boleh pukul lawan dan lainnya. Apakah jadi menarik permainan seperti ini? Tentu tidak. Jadi kalau bicara bahagia itu letaknya dimana? Sudah jelas dengan contoh pemain bola tadi, di saat pemain bola bisa memasukkan bola ke gawang itu menunjukkan si pemain bisa mencetak skor menang dari lawan. Dan itulah salah satu aturan dalam permainan sepak bola. Jadi di saat kita bisa patuhi aturan tertentu, dan dengan aturan itu bisa memenangkan pertandingan maka saat itulah ada rasa senang. Demikian pula dalam menjalani hidup, dapat diibaratkan sebuah pertandingan. Kadang-kadang jika orang tidak mengerti apa aturannya?, tidak tau aturan tentang hidup, sehingga menjalani kehidupan dengan sia-sia bahkan kebingungan, akhirnya setelah kematian datang meyesal karena tidak mengerti untuk apa sebenarnya mereka hidup. Memang, Tak bisa dipungkiri banyak orang mencari kebahagiaan dengan melalui uang, dengan kenyamanan. Misalnya di Negara Jepang yang dikenal penduduknya sangat disiplin, tertib dan bersih. Budaya antri juga menjadi bagian dari keseharian warganya. Namun apakah kehidupan seperti ini telah membuat warganya dijamin merasakan kebahagiaan? Ternyata tidak. Jepang tercatat sebagai Negara dengan rekor bunuh diri tertinggi di dunia. Kementerian Kesehatan Jepang, (23/3/2017) mengungkap, pada tahun 2016 lalu tercatat angka kematian akibat bunuh diri mencapai 21.897 orang. Demikian pula di Negara Korea Selatan, The Korean Times mencatat, bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor empat di Korsel. Pada tahun 2012, tercatat tidak kurang 15.000 kasus bunuh diri. Artinya setiap hari ditemukan 30-40 kasus bunuh diri. Sebagai Negara dengan tingkat ekonomi maju ke-13 di dunia, warga Korea seharusnya bisa hidup tenang dan sejahtera. Ternyata tidak demikian. Mereka bingung dengan arti bahagia, karena ternyata itu semua tidak membuat kehidupan mereka bahagia. Namun berbeda bagi seorang muslim, dia pasti tahu apa artinya bahagia. Bahagia adalah ketika kita menyadari sebagai ciptaan Allah, hidup untuk beribadah kepada Allah dengan melakukan perintahNya dan akan kembali menghadap kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan di dunia. Tapi jika seorang muslim belum pernah menemukan bahagia itu berarti dia tidak punya Tuhan layaknya mayoritas masyarakat Jepang, Korea atau Eropa yang tidak mempunyai Tuhan. Karena orang yang tidak punya Tuhan, tidak punya harapan dan tempat bergantung. Mereka tidak akan puas dengan kondisi yang dialami. Kebahagiaan menjadi hilang dan akan lebih mudah mengalami stress. Bahkan bunuh diri dianggap jalan terakhir yang bisa menjadi kebanggaan. Sedangkan seorang Muslim itu kata Rasulullah “Muslim itu Ajaib” karena kehidupannya selalu baik. Sebagaimana sabda Rasululah Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999) Jadi keadaan seorang mukmin itu semuanya baik. Dan hal ini hanya didapati pada seorang mukmin, tapi tidak akan pernah ditemukan pada orang kafir maupun munafik. Keajaibannya adalah ketika ia diberi kesenangan berupa sehat, keselamatan, harta dan kedudukan, maka ia bersyukur pada Allah atas karunia tersebut. Ia mengakui bahwa nikmat itu dari Allah Yang Maha Pemberi Rizki, lalu lisannya memuji Allah SWT dan menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan kepada ALLAH Azza wa Jalla. Sedangkan ketikaseorang mukmin ditimpa musibah, ia akan bersabar dan mencari jalan keluar seraya mengharap pahala. Dan tidak lupa bagi seorang mukmin jika ia melakukan kesalahan, maka ia akan bertaubat. Dengan merendahkan diri di hadapan Allah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai kebaikan yang mampu dilakukannya. Namun akan berbeda halnya dengan kehidupan orang yang tidak beriman, jika mereka mendapatkan kenikmatan dan kesenangan dunia, ia hanya akan menganggap semata-mata hasil jerih payahnya. Dan semua yang mereka miliki sebenarnya hanyalah (kesenangan sementara). Maka jika mereka_orang yang tidak beriman mendapatkan musibah ia akan senantiasa mencela/ mengumpat, meratapi, berandai-andai dengan waktu. Sehingga tidak heran jika pada akhirnya menempuh jalan dengan bunuh diri karena merasa telah hilang harapan. Dengan demikian tidak ada kehidupan yang lebih bahagia selain kehidupan seorang muslim. Jika kebanyakan orang kebingungan tentang cara yang harus ditempuh untuk bahagia maka hal itu tidak untuk seorang muslim. Bagi seorang muslim dimana dia sebagai mukmin sejati akan selalu merasakan ketenangan hati dan kenyamanan jiwa. Dia menyadari memiliki Tuhan yaitu Allah Yang mengatur segala sesuatu dengan kehendak-Nya. Namun dalam kehidupan kapitalistik saat ini dengan prinsip liberal, sekuler dan segala bentuk keserakahannya telah membuat kebobrokan di seluruh bidang khususnya bagi kehidupan seorang muslim. Seorang muslim telah secara tidak sadar terpengaruh dalam prinsip kapitalistik ini. Agama menjadi disingkirkan dalam kehidupan publiknya dan hanya diambil dalam segi peribadahannya semata. Sehingga muslim menjadi hilang arah pandangnya dalam menjalani hidup. Ketika telah pusing dengan maslahnya sendiri dan tak peduli dengan urusan orang lain lain, seolah sekarat tanpa memiliki harapan. Akhirnya bunuh diri pun menjadi jawaban. Padahal sesungguhnya jika Sistem Islam ditegakkan dalam segala aturan kehidupan dengan metode Khilafah, maka kehidupan seorang muslim akan menjadi terarah karena Negara akan bertanggung jawab dalam mengarahkan warganya dalam memahami tujuan manusia diciptakan. Sehingga prinsip kebahagian hakiki dengan meraih rido dari Sang Khalik akan tercipta dalam kehidupan masyarakat Islam. Maka kehidupan seorang muslim akan benar-benar diliputi dengan kebahagian yang sesungguhnya baik saat hidup di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bis showab

Kamis, 06 Desember 2018

DEFINISI MASYARAKAT

Definisi Masyarakat - Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat definisi lain dari Masyarakat juga merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.Dalam ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka.Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.

Definisi Masyarakat Menurut Para Ahli
Definisi Masyarakat
a. Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakatadalah orang-orang yang hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan

b. Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakatadalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

c. Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

d. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi

e. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut

Unsur-unsur suatu masyarakat

a.Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak

b.Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.

c.adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

Bila dipandang cara terbentuk nya masyaraka:

1.Masyarakat paksaan,misalnya negara, masyarakat tawanan

2.Masyarakat mardeka

a).Masyarakat natur,yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendiri nya, seperti: geromboklan (harde), suku (stam), yang bertalian karena hubungan darah atau keturunan.

b).Masyarakat kultur,yaitu masyarakat yang terjadi karena kapantingn kedunian atau kepercayaan.

Masyarakat dipandang dari sudut Antropologi terdapat dua type masyarakat:

1)Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal tulisan, dan tehknologi nya sederhana.

2).Masyarakat sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala

barmasyarakat bidang, kerena pengetahuan modern sudah maju,tehknologi pun sudah berkembang,dan

sudah mengenaltulisan.

Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup


a). Hasrat sosial

Adalah merupakan hasrat yang ada pada setiap individu untuk menghubungkan dirinya kepada individu lain atau kelompok

b).Hasrat untuk mempertahankan diri Adalah hasrat untuk mempertahan kan diri dari berbagai pengaruh luar yang mungkin datang kepada nya, sehingga individu tersebut Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat perlu bergabung dangan individu lain atau kelompok. c).Hasrat berjuang Hasrat ini dapat kita lihat pada adanya persaingan, keingina membantah pendapat orang lain. Sehingga mereka mengadakan persatuan untuk mencapai tajuan, yaitu tujuan bersama.

d).Hasrat harga diri

Rasa harga diri merupakan hasrat pada seseorang untuk menganggap atau bertindak atas diri nya lebih tinggi dari pada orang lain, karena mereka ingin mendapat penghargaan yang selayaknya.

e).Hasrat meniru Adalah hasrat untuk menyatakan secara diam-diam atau terang-terangan sebagian dari salah satu gajala atau tindakan.

f).Hasrat bergaul Hasrat untuk bergabung dengan orang-orang tertentu, kelompok tertentu, atau masyarakat tertentu dalam suatu masyarakat.

g). Hasrat untuk mendapat kan kebebasan

Hasrat ini tampak jelas pada tindakan-tindakan manusia bila mendapat kekangan-kekagan atau pembatasan-pembatasan.

h)Hasrat untuk memberitahukan

Hasrat untuk menyampaikan perasaan-perasaan kepada orang lain biasanya disampaikan dengan suara atau isyarat

i).Hasrat simpati

Kesanggupan untuk dengan langsung turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain

B. bagaimana mastarakat masa depan yang baik?

Masyarakat merupakan gabungan dari individu-individu, oleh karena itu setiap idividu harus bisa menjadi masyarakat yang modern, dalam arti tanggap akan perubahan-perubahan zaman, untuk itu masyarakat harus bisa menguasai IPTEK yang semangkin hari semakin berkembang pesat.

Untuk lebih jelas modernisasi adalah peroses perubahan masyarakat dan kebudayaan dalam seluruh aspeknya, dari sitem tradisional menuju ke sistem yang modern.

Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain :

    perkembangan ilmu
    perkembangan teknologi
    perkembangan industri
    perkembangan ekonomi

social change saat ini adalah gejala sosial yang dijumpai diseluruh dunia da tidak terbatas pada negara-negara berkembag saja, social change adalah perubahan sosial dalam pergaulan hidup manusia dan akibat-akibatnya terhadap pergaula hidup manusia itu sendiri. Perubahan tersebut telah menjadi fakta kehidupan manusia sejak dahulu kala, serta merupakan reaksi atas ransangan dari luar, perubahan tersebut dapat menimbulkan efek yang positif dan negatif.

Kalua berbicara social change maka yang terpikirkan adalah social change abad ke 20 ini, yaitu akibat kelanjutan perubahan kemajuan ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengunaannya oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pengunaanya telah mengakibatkan serta pengaruhnya terhadap sosial politik, eknomi, tetapi juga pada fsikis san susila terhadapmasyarakat. Inti dari social change adalah demi kemajuan anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan dan realisasi perubahan-perubahan tersebut memerlukan penyesuaian dan penguasaan angota dalam pergaulan hidup, terhadap keadaan yang baru itu.

Proses perubahan masyarakat dan kebudayaan yang dikehendaki dan direncanakan, biasanya dinamakan modernisasi. Proses ini pada intinya berarti meningkatkan kemampuan darimasyarakat yang bersangkutan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup :

    kenutuhan akan sandang
    keselamatan terhadap harta benda dan jiwa
    kesempatan yang wajar untuk dihargai
    mendapat kasih sayang dari sesamanya
    kesempatan untuk dapat mengembangkan kemampuan atau potensi

pada dasarnya, dalam pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total dari kehidupan yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menandai negara-negara barat yang setabil. Modernisasi juga merupak bentuk sari perubahan sosial biasaya merupakan perubahan sosial yang terarah yang didasar pada suatu perencanaan yang biassanya dinamakan ’social planing’.